Pengertian Pelaku Ekonomi Dan Fungsi Para Pelaku Ekonomi

Pelaku Ekonomi ialah individu, kelompok, atau forum yang melaksanakan kegiatan perekonomian baik produksi, distribusi, dan konsumsi. Umumnya, Pelaku ekonomi terbagi atas lima macam kelompok besar yaitu Rumah Tangga Keluarga, Masyarakat, Perusahaan, Pemerintah dan Negara. Dari keempat macam tersebut mempunyai kiprah tersendiri dalam kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi.
Sistem ekonomi yang sudah dibicarakan tidak sanggup dijalankan bila tidak ada pelaku ekonomi.
Awalnya dalam perekonomian sederhana hanya ada dua pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga dan perusahaan.
Rumah tangga berfungsi sebagai konsumen sekaligus sebagai penyedia faktor-faktor produksi ibarat tanah, tenaga kerja, modal, dan lain-lain.
Adapun perusahaan berfungsi sebagai pihak yang mengelola faktor-faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan rumah tangga.
Selanjutnya, sesuai perkembangan zaman dan perkembangan ketatanegaraan, keberadaan pemerintah serta adanya perdagangan antarnegara mutlak dibutuhkan demi melancarkan kehidupan ekonomi.
Karena pada kenyataannya negara tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga dibutuhkan perdagangan dengan negara lain.
Dengan demikian, pelaku ekonomi berubah menjadi 4 macam, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri. Keempat pelaku ekonomi tersebut mempunyai kiprah masing-masing dalam melaksanakan kegiatan ekonomi.


Peran dan Fungsi Para Pelaku Ekonomi
Dari klarifikasi diatas, setiap para pelaku ekonomi mempunyai kiprah dalam kegiatan perekonomian. Peran dan fungsi para pelaku ekonomi tersebut ialah sebagai berikut :

1. Rumah Tangga Keluarga

Rumah tangga keluarga ialah pelaku ekonomi dengan lingkup kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Terdapat juga individu bukan dari keluarga tersebut sanggup dikatakan anggota keluarga alasannya ialah terlibat kegiatan ekonomi di keluarga tersebut, ibarat nenek, kakek, saudara, atau pembantu. Berikut kiprah rumah tangga keluarga dalam kegiatan ekonomi :

a. Rumah tangga keluarga sebagai produsen: Rumah tangga keluarga sebagai produsen dalam kegiatan ekonomi ialah rumah tangga sanggup menghasilkan barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam menghasilkan produksi, Rumah tangga keluarga sebagai produsen mempunyai tanah, tenaga kerja, modal, atau keahlian yang sanggup dimanfaatkan. Hasilnya ialah berupa uang. Penghasilan tersebut didapatkan dari:..
  • Usaha sendiri 
  • Bekerja dengan pihak lain
  • Menyewakan faktor-faktor produksi
b. Rumah tangga keluarga sebagai distributor: Rumah tangga keluarga berperan sebagai agen dengan membuka warung atau toko, menjadi pedagang, dll. Tujuannya ialah untuk mendapat penghasilan.

c. Rumah tangga keluarga sebagai konsumen: Rumah tangga keluarga sebagai konsumen merupakan yang sudah tentu alasannya ialah setiap pelaku ekonomi mempunyai kegiatan konsumsi yang berasal dari hasil pendapatan yang diperoleh, sehingga, kegiatan ekonomi utama dalam rumah tangga keluarga ialah konsumsi. Faktor-faktor yang memengaruhi banyak sedikitnya konsumsi dalam rumah tangga keluarga ialah sebagai berikut...
  • Jumlah pendapatan keluarga
  • Jumlah anggota keluarga
  • Status sosial ekonomi keluarga
  • Harga barang atau jasa yang dibutuhkan
d. Sebagai penyedia faktor-faktor produksi : Seperti tenaga kerja, tanah, materi baku, modal dan pengusaha (kewirausahaan). Sebagai penyedia materi baku, contohnya rumah tangga mempunyai ladang yang ditumbuhi kayu mahoni, lalu kayunya dijual kepada perusahaan mebel semoga diolah menjadi perabot rumah tangga. Untuk melaksanakan konsumsi, rumah tangga memerlukan pendapatan berupa uang. Dari mana pendapatan tersebut diperoleh dan apa saja bentuknya? Pendapatan rumah tangga umumnya diperoleh dari perusahaan dalam bentuk sebagai berikut.
  • Upah atau gaji, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga dikarenakan telah mengorbankan tenaga dalam kegiatan produksi.
  • Sewa, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga dikarenakan telah menyewakan tanah atau bangunan untuk pelaku kegiatan produksi.
  • Bunga, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga dikarenakan telah meminjamkan sejumlah uang sebagai modal untuk melaksanakan kegiatan produksi.
  • Laba, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga dikarenakan telah mengorbankan pikiran, tenaga, dan keahliannya untuk mengelola perusahaan sehingga perusahaan bisa memperoleh laba.
  • Hasil penjualan, yaitu imbalan yang diterima rumah tangga dari menjual materi baku kepada perusahaan.

2. Masyarakat

a. Masyarakat sebagai produsen: Masyarakat sebagai produsen ialah anggota kelompok dengan penghasilan pendapatan dari menjual produksi produk barang atau jasa, ibarat berdagang, menciptakan kerajinan, binatang ternak, dll. Ciri-ciri perjuangan dalam mendapat penghasilan ialah sebagai berikut...
  • Umumnya tidak memakai alat-alat canggih
  • Tidak membutuhkan pendidikan/keahlian khusus
  • Dapat membuka lapangan kerja yang sanggup menampung banyak anggota
  • Usaha ekonomi sanggup berlangsung di dalam ruang lingkup kecil
b. Masyarakat sebagai distributor: Peran ini sanggup terwujud jikalau masyarakat menjadi penyalur materi produksi ke konsumen.

c. Masyarakat keluarga sebagai konsumen: Setiap kelompok masyarakat tentu membutuhkan barang dan jasa untuk kelangsungan perjuangan dan hidupnya. Hal ini menimbulkan sebagai konsumen dari produsen lain. Masyarakat ialah pengguna produk-produk umum, ibarat jalan raya, sekolah, dll. Jika masyarakat tidak mempunyai penghasilan, atau hanya berperan sebagai konsumen saja, maka mereka disebut pengangguran. Kebanyakan pengangguran merupakan status ekonomi sangat rendah. Sehingga dibutuhkan bagi kita untuk produktif, tidak sebatas mengkonsumsi saja. 

3. Perusahaan

Perusahaan ialah suatu tubuh perjuangan yang menjalankan suatu kegiatan yang menghasilkan produk dan jasa yang bertujuan memperoleh keuntungan. Perusahaan sering dikaitkan dengan rumah tangga, Tetapi banyak perbedaan didalamnya, yaitu dari segi tujuannya. Tujuan utama Rumah tangga keluarga ialah memenuhi kebutuhan hidupnya, sedangkan tujuan utama perusahaan ialah mmperoleh keuntungan. Peran perusahaan dalam kegiatan ekonomi ialah sebagai berikut...

a. Perusahaan sebagai produsen: Peran utama perusahaan untuk produksi dengan menghasilkan keuntungan. Tentu saja perusahaan berperan sebagai produsen. Hal-hal yang harus dilakukan perusahaan sebelum menjalankan aktivitasnya ialah sebagai berikut...
  • Menentukan barang atau jasa yang akan diproduksi 
  • Menentukan proses pengelolaan produksi barang atau jasa tersebut
  • Memastikan barang dan jasa diproduksi sesuatu kebutuhan konsumen
b. Perusahaan sebagai distributor: Peran utama perusahaan ialah mengalami kerugian, sehingga mereka harus berperan sebagai agen semoga produknya hingga ke konsumen. Pada umumnya kegiatan distribusi yang dilakukan ialah sebagai berikut
  • Membuka cabang perusahaan 
  • Membuat kegiatan dan promosi
  • Mengadakan kegiatan perdagangan 
  • Memiliki armada angkatan
c. Perusahaan  sebagai konsumen: Kegiatan konsumsi perusahaan berkaitan dekat dengan kegiatan produksi antara lain sebagai berikut...
  • Pengadaan materi pokok
  • Pengadaan alat dan bahan
  • Pendanaan upah karyawan

4. Pemerintah 

Pemerintah ialah forum kepemerintahan yang tugasnya untuk memperhatikan kegiatan perekonomian tetap berjalan. Peran pemerintah dalam kegiatan perekonomian ialah sebagai berikut:

  • Pemerintah sebagai produsen: Pemerintah terlibat dalam kiprah untuk mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Menurut Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 2 "Cabang-cabang yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Sedangkan pelaksanaannya sebagai produsen diwujudkan hampir dalam seluruh bidang perekonomian. Sebagai pelaksana kegiatan produksi pemerintah menciptakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
  • Pemerintah sebagai distributor: Peran pemerintah sebagai agen berfungsi untuk sebesar-besarnya mensejahterakan rakyat. Pada umumnya, kiprah pemerintah sebagai agen ialah penyaluran sesuatu dari yang berlebihan kepada yang kekurangan semoga terwujudnya kesejahteraan secara merata.
  • Pemerintah sebagai konsumen: Dalam pemenuhan kebutuhan untuk menjalankan tugasnya, pemerintah membutuhkan dana yang akan digunakan. Kata pemenuhan kebutuhan yang dikatakan pemerintah ialah konsumen. Contohnya ialah untuk membeli peralatan. Kegiatan konsumsi pemerintah mempunyai tujuan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan membangun sarana prasarana negara.
Demikianlah Artikel sederhana mengenai Pengertian Pelaku Ekonomi dan Fungsi Para Pelaku Ekonomi. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

Pustaka:
Eko, Y. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 218.
Nurcahyaningtyas. 2009. Ekonomi : Untuk Kelas X SMA/MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 322.
Ismawanto. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengan Atas dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. p. 210.
Show comments
Hide comments

0 Response to "Pengertian Pelaku Ekonomi Dan Fungsi Para Pelaku Ekonomi"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close