Pilot, Perawat, Pns Sampai Dosen Terciduk Polisi Terkait Hoax Bom Surabaya 2018


jejaring facebook. Ia  berkomentar lewat akun langsung facebook miliknya, yang menilai bahwa teror bom di Surabaya hanyalah rekayasa saja. Dimana masih ada pemain film lain, selain para pelaku yang sudah diungkap oleh pihak kepolisian.

sempat viral di media umum terkait postingannya di Pilot, Perawat, PNS sampai Dosen Terciduk Polisi Terkait Hoax Bom Surabaya 2018
Pilot, Perawat, PNS sampai Dosen Terciduk Polisi Terkait Hoax Bom Surabaya/ Foto: Capture dan Editing Net
Akibatnya kelakuannya itu pihak administrasi Garuda Indonesia telah resmi menonaktifkan oknum pilot yang diduga mem-posting isu hoak wacana terorisme tersebut pada Jumat (18/5/2018).


Sementara itu pihak administrasi berjanji akan mengingatkan untuk mengedepankan budpekerti dan prinsip kehati-hatian dalam memposting di media sosial, terkait yang menyinggung isu suku, agama, ras, dan antar golongan. 

Seorang oknum perawat perempuan berinisial RS asal Kawasan Batamkota, Kepulauan Riau ditangkap Sat Reskrim Polresta Barelang pada(16/5/2018) terkait sebuah postingan status yang mengandung SARA di jejaring facebook. 

Dimana ia menulis bahwa ia hanya beribadah pada hari Minggu hanya dua jam saja. Tetapi kalian beribadah setiap menit, setiap detik malah berbuat menyerupai itu. Meskipun pada awalnya RS hanya merasa kesal terkait terror bom di Surabaya, tak ada niat untuk menghina agama lain.

RS mengaku hanya terbawa emosi akhir sejumlah orang tak bersalah menjadi korabn terro tersebut. Namun sayang postingan RS terlanjur viral, meskipun ia sudah sempat menghapus postingan tersebut.

Seorang perempuan berinisial FSA yang berstatus sebagai PNS sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, harus berurusan dengan pihak berwajib terkait postingan di media umum facebook.

Oknum PNS tersebut menyatakan bahwa terror bom di Surabaya merupakan hasil rekayasa. Hingga balasannya Polda Kalbar memperlihatkan status tersangka kepadanya pada (17/5/2018). FSA sendiri dijerat Pasal 45A Ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 terkait masalah penyebaran isu hoax dan ujaran kebencian terkait teror bom di Surabaya. 

Seorang berinisial HD salah satu oknum dosen di Sumatera Utara diciduk pihak Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumut pada (19/5/2018) dalam kasus diduga melaksanakan tindak pidana ujaran kebencian dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

Dima HD tak sengaja menmposting sebuah status yang berisi goresan pena bahwa tiga teror bom bunuh diri di gereja surabaya yaitu scenario dan pengalihan isu belaka.  Motif mengunggah postingan tersebut hanya terbawa suasana dan emosi di jejaring sosial facebook terakit caption #2019GantiPresiden.

Meskipun pelaku sempat menutup akun facebook miliknya, tetapi sayang screenshot postingannya telah terlanjur viral menyebar di dunia maya. Maka sebagai netizen yang baik, berbijaklah dalam menciptakan postingan maupun berkomentar di social media manapun.


Editor: Heru Setianto
Source: Net
Show comments
Hide comments

0 Response to "Pilot, Perawat, Pns Sampai Dosen Terciduk Polisi Terkait Hoax Bom Surabaya 2018"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close