Pengertian Kultur Jaringan Dan Manfaat Kultur Jaringan Lengkap!

Pengertian Kultur Jaringan

Kultur jaringan merupakan metode guna mengisolasi salah satu cuilan dari tumbuhan menyerupai sekelompok sel ataupun jaringan yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik, yang sanggup mengakibatkan cuilan tumbuhan tersebut untuk memperbanyak diri tumbuh menjadi sebuah tumbuhan yang lengkap kembali. Adanya teknik kultur jaringan menjadi salah satu cara untuk memperbanyak tumbuhan secara vegetatif. Pengertian kultur jaringan ialah teknik memperbanyak tumbuhan dengan menggunakan cara isolasi salah satu cuilan tumbuhan menyerupai daun, mata tunas, dan untuk menumbuhkan bagian-bagian tersebut ke dalam media buatan secara aseptik dimana kaya akan nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah yang tertutup yang sanggup tembus cahaya sehingga bagian-bagian tumbuhan tersebut sanggup memperbanyak diri serta bergenerasi menjadi sebuah tumbuhan lengkap.

 Kultur jaringan merupakan metode guna mengisolasi salah satu cuilan dari tumbuhan menyerupai  Pengertian Kultur Jaringan dan Manfaat Kultur Jaringan Lengkap!

Prinsip
Prinsip utama dari kultur jaringan ini ialah perbanyakan tumbuhan dengan menggunakan cuilan vegetatif tumbuhan yang menggunakan media buatan dan dilakukan di daerah yang steril. Berbeda dari teknik untuk memperbanyak tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan merupakan teknik yang dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam sebuah botol kultur dengan medium serta pada kondisi tertentu. Oleh alasannya ialah itu, teknik pengertian kultur jaringan sanggup disebut kultur in vitro. Dikatakan in vitro yang merupakan kata dari bahasa latin yang berarti ”didalam kaca”. Teori dasar dari teknik kultur in vitro ialah Totipotensi. Totipotensi mempercayai bahwa setiap bagian-bagian tumbuhan sanggup berkembang biak, hal ini lantaran seluruh cuilan tumbuhan tersebut terdiri dari jaringan-jaringan hidup. Oleh alasannya ialah itu, semua organisme-organisme gres yang berhasil tumbuh akan mempunyai sifat yang sama persis dengan induknya tersebut.

Prasyarat
Kultur jaringan membutuhkan beberapa prasyarat guna mendukung kehidupan jaringan yang dikembangbiakkan tersebut. Salah satu hal yang penting ialah sebuah wadah dan media tumbuh yang cukup steril. Media tersebut akan digunakan sebagai daerah bagi jaringan tumbuhan untuk sanggup tumbuh serta mengambil nutrisi yang sanggup mendukung kehidupan jaringan tersebut. Media tumbuh akan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan jaringan tumbuhan untuk hidup serta memperbanyak diri.

Syarat-syarat :
    - Pemilihan eksplan sebagai materi dasar dalam pembentukkan kalus, terdapat beberapa syarat flora eksplan :
    1) Jaringan tersebut pada ketika sedang aktif pertumbuhanya, diharapkan masih terdapat zat-zat tumbuh yang masih aktif sehingga akan membantu perkembangan jaringan-jaringan selanjutnya.
    2) Eksplan yang diambil berasal dari bagian-bagian tumbuhan, menyerupai : akar, kuncup, mata tunas, daun, umbi, dan ujung batang yang dijaga kelestatriannya.
    3) Eksplan yang diambil berasal dari bagian-bagian yang masih muda (apabila ditusuk dengan menggunakan pisau akan terasa lunak sekali).
    - Pengaturan udara yang baik terlebih untuk kultur cair.
    - Keadaan yang aseptik dan penggunaan medium yang cocok.
    - Pilih cuilan dari tumbuhan yang masih muda serta sanggup dengan gampang untuk tumbuh yaitu pada cuilan meristem, seperti: ujung akar, daun muda, keping biji, ujung batang, dan sebagainya. Jika menggunakan menggunakan embrio pada cuilan bji-biji yang lain sebagai eksplan, perlu diperhatikan juga ialah kemasakan embrio, dormansi, temperatur, dan waktu imbibisi.


Sejarah Kultur Jaringan

 Kultur jaringan merupakan metode guna mengisolasi salah satu cuilan dari tumbuhan menyerupai  Pengertian Kultur Jaringan dan Manfaat Kultur Jaringan Lengkap!
Setelah mengetahui perihal pengertian kultur jaringan, berikut ini sejarah kultur jaringan tersebut. Perkembangan kultur jaringan dimulai semenjak tahun 1838 ketika Schleiden dan Schwann mengungkapkan mengenai teori totipotensi yang menjelaskan sel-sel bersifat otonom, serta prinsipnya yang sanggup beregenerasi menjadi tumbuhan lengkap. Teori yang dikemukakan tersebut menjadi dasar dari spekulasi Haberlandt pada era ke-20 awal yang menjelaskan jaringan tumbuhan yang diisolasi dan dikultur sanggup berubah menjadi sebuah tumbuhan normal dengan cara melaksanakan manipulasi terhadap nutrisi dan kondisi lingkungan. Walaupun pada awalnya perjuangan yang dilakukan oleh Haberlandt pada tahun 1902 mengalami kegagalan, akan tetapi Carrel, Harrison, dan Burrows pada tahun 1907-1909 berhasil untuk mengkulturkan jaringan binatang dan insan dengan cara in vitro.

Keberhasilan dari teknik kultur jaringan sebagai sebuah sarana untuk memperbanyak tumbuhan secara vegetatif pertama kali pada tahun 1934 dilaporkan oleh White, yaitu dengan keberhasilannya untuk kultur akar tumbuhan tomat. Pada tahun berikutnya yakni tahun 1939, White, Nobecourt, dan Gautheret berhasil untuk menumbuhkan kalus tembakau dan wortel dengan cara in vitro. Setelah perang dunia II, perkembangan kultur jaringan menjadi berkembang pesat dan menghasilkan penelitian-penelitian yang mempunyai arti penting untuk dunia pertanian, hortikultura, dan kehutanan.

Pada awalnya, teknik kultur jaringan tumbuhan yang berada dibelakang kultur jaringan manusia. Keterlambatan tersebut disebabkan lantaran hormon tanaman. Kemudian ditemukan auksin IAA pada tahun 1934 oleh Haagen-Smith dan Kogl yang membuka peluang besar untuk kemajuan dari teknik kultur jaringan tanaman. Pada tahun 1955 ditemukan kinetin (suatu sitokinin) yang menciptakan kemajuan teknik kultur jaringan menjadi semakin berkembang pesat.

Kemudian oleh Miller mempublikasikan goresan pena “kunci” yang menjelaskan bahwa interaksi kuantitatif yang terjadi antara auksin dan sitokinin mempunyai imbas untuk memilih tipe pertumbuhan dan kejadian morfogenetik yang ada di dalam tanaman. Penelitian kedua yang dilakukan oleh ilmuwan tersebut terhadap tumbuhan tembakau yang menyatakan bahwa rasio yang tinggi diantara auksin terhadap sitokinin akan menginduksi morfogenesis akar, rasio yang rendah akan menginduksi morfogenesis pucuk. Akan tetapi, contoh yang demikian tidak berlaku untuk semua spesies tanaman.

Ditemukannya mekanisme perbanyakan dengan cara in vitro terhadap tumbuhan anggrek Cymbidum pada tahun 1960 oleh Morel, dan diformulasikannya dengan komposisi medium konsentrasi garam mineral tinggi oleh Skoog dan Murashige pada tahun 1962, semakin mempercepat perkembangan teknik kultur jaringan pada banyak sekali jenis tumbuhan yang lainnya.

Perkembangan pesat dimulai di negara Prancis dan Amerika, kemudian dikembangkan dibanyak negara, salah satunya di Indonesia, dengan prioritas penggunaan tumbuhan yang mempunyai arti penting bagi tiap-tiap negara. Dengan berkembangnya penelitian dalam dua dekade terakhir telah menunjukkan banyak derma yang sangat besar. Jumlah penelitian serta penggunaan dari teknik kultur jaringan akan terus meningkat pada masa mendatang.

Tipe Kultur Jaringan Teknik kultur jaringan merupakan teknik perkembangbiakan tumbuhan dengan cara vegetatif serta bersifat aseptik yang menggunakan botol/wadah yang sanggup tembus cahaya. Untuk menggunakan teknik kultur jaringan, terdapat beberapa teknik kultur sebagai berikut :
  1. Kultur Haploid
  2. Kultur haploid ialah kultur yang menggunakan cuilan reproduksi suatu tumbuhan sebagai eksplannya, menyerupai : tepung sari, ovule, kepala sari, dan lain sebagainya sehingga sanggup menghasilkan tumbuhan haploid.
  3. Kultur Protoplasma
  4. Kultur protoplasma menggunakan sel yang telah dilepas dari cuilan dinding selnya, hal ini lantaran enzim tersebut sebagai eksplannya. Kultur protoplasma digunakan pada umumnya untuk keperluan hibridisasi somatik ataupun fusi sel soma.
  5. Kultur Suspensi
  6. Kultur suspensi yang dijadikan eksplannya pada umumnya yaitu kalus atau jaringan meristem yang dalam bentuk sel maupun agregat. Pada kultur suspensi pada umumnya menggunakan media cair dengan pengocokan secara terus menerus dengan menggunakan shaker.
  7. Kultur Kalus
  8. Kultur kalus yang dijadikan eksplannya ialah sekumpulan sel, menyerupai : jaringan parenkim.
  9. Kultur Organ
  10. Kultur organ menggunakan bagian-bagian tertentu dari sebuah tumbuhan sebagai eksplan menyerupai buku batang, akar, helaian daun, buah muda, tangkai daun, pucuk,bunga, dan lain sebagainya.
  11. Kultur Biji
  12. Kultur biji dengan memanfaatkan biji atau seeding sebagai eksplan.


Metode Kultur Jaringan

 Kultur jaringan merupakan metode guna mengisolasi salah satu cuilan dari tumbuhan menyerupai  Pengertian Kultur Jaringan dan Manfaat Kultur Jaringan Lengkap!
Teknik kultur jaringan sanggup dilakukan dengan metode-metode yang akan dijelaskan dibawah ini. Macam –macam metode pada teknik kultur jaringan sanggup ditinjau dari macam media tanam, eksplan yang digunakan atau bahan, dan cara pemeliharaannya. Berdasarkan dari macam media tanam yang dipakai, metode kultur dibedakan sebagai berikut :
  1. Metode Padat (Solid Method)
  2. Metode padat atau solid method ialah teknik kultur jaringan dengan menggunakan media padat. Media padat ialah media yang didalamnya terkandung semua komponen-komponen kimia yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut yang kemudian akan dipadatkan dengan menambahkan suatu zat pemadat. Zat pemadat sanggup berupa agar-agar batangan, bubuk, ataupun sebuah kemasan kaleng yang biasanya digunakan untuk media padat pada teknik kultur jaringan. Metode padat atau solid method ini banyak digunakan guna teknik kloning, untuk menumbuhkan protoplasma sehabis diisolasikan, dan kegunaan yang lainnya.
    Perlu diketahui juga bahwa penggunaan media yang terlalu padat karenanya menciptakan akar sukar untuk tumbuh lantaran akar akan sulit menembus ke dalam media sehingga menciptakan proses kultur cenderung gagal.
  3. Metode Cair (Liquid Method)
  4. Metode cair atau liquid method ialah teknik kultur jaringan dengan menggunakan media cair. Media cair sanggup berupa larutan nutrien tanpa harus memerlukan zat pemadat. Pembuatan media cair ini cenderung lebih cepat, namun kurang mudah alasannya ialah apabila terlalu cair sanggup menyulitkan pertumbuhan eksplan menjadi kalus sehingga keberhasilannya yang sangat minim. Pertumbuhan tersebut tidak akan terjadi alasannya ialah eksplannya tenggelanm. Oleh lantaran itu, teknik kultur jaringan dengan menggunakan metode cair pada umumnya digunakan pada eksplan satu diantaranya yaitu suspensi sel.

Apabila ditinjau menurut eksplan atau materi yang dipakai, metode kultur dibedakan menjadi:
  • Kultur Antera
  • Kultur Meristem
  • Kultur Endosperma
  • Kultur protoplasma
  • Kultur spora
  • Kultur Suspensi sel, dan lain sebagainya

Cara Pemeliharaan
Supaya eksplan yang ditanam tersebut sanggup tumbuh sampai menjadi kalus dan kemudian sanggup menjadi planlet, dibutuhkan pemeliharaan yang sempurna dan rutin. Ketika eksplan sudah waktunya untuk dipindahkan, maka segera dipindahkan eksplan tersebut ke lingkungan hidup luar, jikalau tidak pertumbuhan eksplan tersebut akan terhenti atau mengalami browing (tekontaminasi oleh basil atau jamur).

Tahapan Kultur Jaringan

 Kultur jaringan merupakan metode guna mengisolasi salah satu cuilan dari tumbuhan menyerupai  Pengertian Kultur Jaringan dan Manfaat Kultur Jaringan Lengkap!
Untuk membantu proses replikasi tumbuhan dengan menggunakan teknik kultur jaringan harus dengan melalui serangkaian proses-proses. Adapun tahapan-tahapan kultur jaringan tersebut antara lain :
  1. Pembuatan Media
  2. Media ialah faktor yang sangat penting dalam kultur jaingan. Media tersebut sanggup berupa hormon, vitamin, atau garam mineral. Media yang digunakan harus steril terlebih dahulu, sehingga sebelum proses kultur jaringan dilakukan, media yang telah disiapkan tersebut ditempatkan di tabung reaksi dan kemudian dipanaskan dengan autoklaf. Media yang diambil harus sudah dipersiapkan di greenhouse supaya bebas kontaminan pada ketika dikultur nanti.
  3. Inisiasi
  4. Inisiasi merupakan suatu proses pengambilan eksplan dari cuilan pada tumbuhan yang akan dikultur. Sumber eksplan yang harus memenuhi kriteria menyerupai terang jenisnya, varietas, bebas dari hama dan penyakit, spesies. Salah satu cuilan tumbuhan yang sering digunakan ialah tunas. Setelah eksplannya sudah dipersiapkan, eksplan tersebut akan dikultur dengan impian sanggup menginisasi pertumbuhan gres sehingga sanggup memungkinkan pemilihan salah satu cuilan tumbuhan yang tumbuhnya paling berpengaruh guna perbanyakan tumbuhan ke tahap yang berikutnya.
  5. Sterilisasi
  6. Setiap proses harus dilakukan pada daerah yang steril, yaitu di laminar flow serta menggunakan banyak sekali alat yang steril. Peralatan yang digunakan pada umumnya disterilisasi terlebih dahulu dengan cara menyemprotkan etanol ke alat tersebut. Selain itu, orang yang akan melaksanakan kultur tersebut juga harus dalam keadaan yang steril pula.
  7. Multiplikasi
  8. Multiplikasi ialah acara untuk memperbanyak calon tumbuhan gres dengan cara menanam eksplan yang telah dipilih ke media. Guna mencegah gagal tumbuh eksplan tersebut, proses multiplikasi lebih baik dilakukan pada laminar flow.
  9. Pengakaran
  10. Pengakaran ialah tahapan sehabis multiplikasi dan merupakan fase dimana eksplan akan membentuk pucuk serta akar tumbuhan gres yang berpengaruh sehingga bisa untuk bertahan hidup pada ketika dipindahkan dari lingkungan hidup in vitro ke lingkungan hidup luar. Peristiwa pengakaran mengindikasikan bahwa proses kultur jaringan berjalan dengan lancar.
  11. Aklimatisasi
  12. Aklimatisasi ialah tahap untuk memindahkan eksplan dari awalanya di lingkungan in vitro ke lingkungan luar. Aklimatisasi harus dilakukan secara hati-hati dan juga bertahap, yaitu dengan cara menunjukkan sungkup. Sungkup tersebut kemudian akan dilepaskan apabila tumbuhan gres yang sudah berhasil kultur sudah bisa untuk berdaptasi dengan lingkungan luar tersebut. Supaya tumbuhan gres tersebut tumbuh dengan baik, harus dilakukan pemeliharaan yang prinsip utamanya hampir serupa dengan pemiliharaan pada tumbuhan generatif.

Manfaat Kultur Jaringan

 Kultur jaringan merupakan metode guna mengisolasi salah satu cuilan dari tumbuhan menyerupai  Pengertian Kultur Jaringan dan Manfaat Kultur Jaringan Lengkap!
Manfaat kultur jaringan salah satunya sebagai teknik perbanyakan massal tumbuhan yang pada biasanya lambat dengan menggunakan metode konvensional dalam jumlah yang besar sanggup tumbuh dalam waktu singkat, sanggup memperoleh tumbuhan yang bebas dari virus. Untuk lebih lengkapnya, berikut manfaat kultur jaringan :

    1) Kultur jaringan merupakan cara cepat untuk memperbanyak tumbuhan dibandingkan dengan cara konvensional.
    2) Bibit tumbuhan yang lebih bermutu.
    3) Sifat dari induk yang tidak hilang.
    4) Cara untuk mengembangbiakkannya yang gampang serta ekonomis.
    5) Untuk memperoleh bibit baru, tidak tergantung ekspresi dominan pada ketika itu.
    6) Dapat menghasilkan tumbuhan yang terbebas dari segala macam penyakit.
    7) Bibit tumbuhan yang sanggup tumbuh lebih cepat dibandingkan ditanam di tanah.
    8) Waktu dan daerah yang sanggup dihemat.
    9) Memperoleh bibit gres dalam jumlah yang besar.


Meskipun teknik kultur jaringan mempunyai banyak manfaat kultur jaringan terhadap reproduksi tanaman, namun teknik kultur jaringan ini juga mempunyai dampak negatifnya. Teknik kultur jaringan memerlukan individu yang yang mempunyai keahlian dalam bidang tersebut, hal ini lantaran tanpa adanya keahlian teknik tersebut cenderung gagal. Modal awal untuk menggunakan teknik tersebut relatif mahal, dan bibit yang dihasilkan juga harus diaklimatasi terlebih dahulu, hal ini lantaran kondisinya yang cenderung aseptik dan lembab. Oleh alasannya ialah itu, perlu diperhatikan juga penggunaan teknik tersebut biar tidak menjadikan kerugian.

Manfaat kultur jaringan dalam budidaya buah :
    1) Buah yang dihasilkan akan mempunyai ukuran yang seragam.
    2) Rasanya yang seragam antara buah tumbuhan satu dengan tumbuhan yang lainnya.
    3) Buahnya mempunyai warna yang menarik, dan lain sebagainya.

Kerugian menggunakan teknik kultur jaringan dalam budidaya buah :
    1) Teknik kultur jaringan tidak sanggup mengubah tumbuhan ataupun buah yang dihasilkan dari tumbuhan tersebut.
    2) Dalam teknik kultur sel hewan, tidak sanggup untuk menghasilkan individu gres kecuali dengan teknik kultur embrio.


Dari pengertian kultur jaringan yang telah dijelaskan diatas, kultur jaringan mempunyai teori dasar dari teknik kultur in vitro ialah Totipotensi. Teori tersebut menjelaskan bahwa setiap bagian-bagian tumbuhan sanggup untuk dikembangbiakkan, hal ini lantaran seluruh bagian-bagian tumbuhan tersebut terdiri dari jaringan-jaringan hidup. Oleh alasannya ialah itu, organisme gres yang berhasil untuk ditumbuhkan sanggup mempunyai sifat yang sama dengan induknya.

Contoh dari beberapa tumbuhan yang berhasil untuk dikembangbiakkan dengan menggunakan teknik dari kultur jaringan antara lain :
  • Anggrek cattleya
  • Jati mas
  • Kelapa sawit
  • Pisang abaka
  • Pisang lampung


Tanaman pisang lampung merupakan salah satu dari hasil kultur jaringan yang mempunyai sifat baik, yakni sanggup tahan terhadap banyak sekali jenis penyakit dan hama, lebih cepat berbuah, dan lain sebagainya.

Itulah pengertian kultur jaringan dan manfaat kultur jaringan. Masyarakat sanggup dimudahkan dan menerima laba dari adanya kultur jaringan.
Show comments
Hide comments

0 Response to "Pengertian Kultur Jaringan Dan Manfaat Kultur Jaringan Lengkap!"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close