Membangun Politik Cerdas Demi Kemajuan Bangsa

Musim pemilu masih jauh, namun terasa dekat. Hal ini dikarenakan tim pendukung calon idamanan masing masing dijadikan topik viral di tiap wilayah. Tidak menyoalkan beda pandangan sisi politik. Namun lebih ke arah pemilih yang bisa memposisikan diri sebagai pemilih cerdas.

 Hal ini dikarenakan tim pendukung calon idamanan masing masing dijadikan topik viral di t Membangun Politik Cerdas Demi Kemajuan Bangsa

Lalu bagaimana dengan anda melihat keadaan politik kedepan. Dalam artikel ini aku sebagai admin mengajak anda untuk menjadi pemilih cerdas tanpa menghipnotis apa lagi melaksanakan intimidasi. Saya juga sama dengan anda artinya sebagai pemilih yang bisa memperlihatkan satu bunyi tidak lebih.

Bingung Terlalu Banyak Calon Legislatif 
Sebagai calon tidak ada yang salah, itu telah menjadi hak mereka untuk mencalonkan diri. Apa lagi calon yang dimaksud sudah diusung oleh partai atau masyaratat sebagai pendukung.

Perlu anda ketahui, terkadang banyak juga caleg yang merasa dirinya yang benar bahkan paling pantas maju sebagai caleg. Tanpa menyoalkan kemampuan dan santunan yang akan didapatkan. Disini lah terkadang melaksanakan hal hal yang terkadang melanggar instruksi etik demi mendapat santunan penuh.

Berbicara banyak caleg di sebuah dapil atau di kecamatan masing masing. Hal ini tentu sudah bisa anda nilai diantara semua caleg yang ada. Tentu ada nilai lebih dan juga nilai kurang pada masing masing calon legislatif yang ada bukan.

Bagi anda yang belum bisa menilai kriteria caleg yang sempurna untuk dijadikan sebagai calon legislatif sebagai wakil rakyat untuk masing masing dapil atau wilayah. Maka, anda perlu memposisikan diri sebagai pendengar yang baik. Apa sih maksud dari pendengar yang baik?

Baca Juga: Menjaga Hubungan Baik Dengan Lawan Politik

Pendengar yang baik ialah individu yang bisa menelaah apa pun gosip yang disampaikan. Artinya anda tidak menelan mentah mentah terkait penyampaian gosip yang ada. Hal yang paling sering kita dengar pada banyak sekali calon yakni, "memuji diri sendiri".

Untuk itu, sebagai pemilih cerdas juga perlu memposisikan sebagai pendengar yang baik bukan? Tentu dong, alasannya tidak semua individu bisa memposisikan diri sebagai pemberi info yang baik. Oleh risikonya kita sebagai pimilih cerdas perlu menjadi pendengar yang baik supaya bisa menentukan pilihan yang terbaik pada animo pemilu mendatang.

Membangun Demi Kemajuan
Tidak ada calon yang berorasi didepan khalayak untuk tidak membangun, semua untuk membangun demi lebih maju. Lalu coba perhatikan, apakah itu benar atau salah. Disini aku juga tidak menyampaikan siapa benar dan siapa yang salah. Namun, aku lebih ke kontek menentukan calon yang layak untuk kemajuan dalam banyak sekali versi.

Menurut ekonomis saya, calon legislatif bahkan direktur yang layak untuk didukung secara penuh, tentu berlatar belakang pendidikan yang tinggi dan juga berwawasan yang luas. Apa lagi didukung dengan pengalaman baik secara akademis dan juga politis. Ditambah dengan wawasan agama yang mapan dan juga tipe individu yang disegan, tentu sanggup memperkuat sebagai calon pemimpin yang layak untuk didukung penuh bukan?

Baca Juga: Politik Itu Kejam Atau?

Kembali ke kontek pilihan ketika animo pemilu nantinya. Satu pertanyaan, sudahkah menentukan pilihan sebagai pemimpin masa depan? Apakah sudah termasuk kriteria di atas? Atau hanya sebatas memberi dukungan? Sulit dijawab ya. Harapan tentu sanggup menentukan pilihan yang sempurna untuk kemajuan serta perkembangan secara pemerataan.

Hitungan Waktu Memberi Suara
Tidak memakan waktu yang lama. Cukup 5 menit sudah menentukan pilihan yang tepat. Nah, disini terkadang banyak yang tidak sempurna bahkan mengesampingkan kecerdasan. Ntah alasannya emosi semata atau jangan jangan.. Namun, 5 menit itu untuk masa 5 tahun ke depan.

Ingat, sebagai pemilih perlu memikirkan generasi yang bisa meneruskan cita cita. Bila anda memposisikan sebagai pemilih cerdas, maka genarasi mendatang tentu akan lebih gampang dan sanggup tercapai dengan gampang cita cita mereka. Untuk itu perlu melihat latar belakang caleg yang dipilih sebagai pimpinan rakyak ke depan.

Membangun SDM dan SDA
SDM tentu sangat penting sebagai generasi mendatang. Bayangkan setiap wilayah banyak terdapat SDM namum tidak mempunyai kesempatan untuk melanjutkan cita cita mereka. Mengapa? Hal ini tentu sangat bekerjasama dengan pilihan anda dimusim pemilu nantinya.

Tidak lepas juga dengan SDA yang ada. Terdapat SDA di tiap wilayah, namun kurang maksimal dimanfaatkan, mengapa? Saya rasa anda juga paham dan mengerti mengapa terkadang banyak SDM dan juga SDA terabaikan dan juga tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Maka dari itu, perlu menentukan pemimpin yang cerdas dan berkriteria sebagaimana disebut di atas.

Jadi, untuk semua itu tidak hanya perlu calon yang layak dijadikan sebagai pemimpin. Namun, juga diharapkan pemilih cerdas yang tentunya sanggup menentukan calon yang layak dijadikan pemimpin untuk masa depan. Kaprikornus jangan sia siakan bunyi anda pada animo pemilu. Baiknya sebelum memilih, maka tentukan pilihan mu yang layak dan juga amanah.

Demikian artikel ini yang sanggup aku uraikan tanpa bermaksud menyamiti apa lagi intimidasi. Saya juga sebagai pemilih yang bisa memerikan satu bunyi untuk para colon nantinya. Mungkin terdapat kata kata yang salah aku juga memohon maaf. Dan kalau ada kata yang layak ditambahkan silahkan meninggalkan komentar anda di bawah ini.
Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "Membangun Politik Cerdas Demi Kemajuan Bangsa"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close