9 Model Model Komunikasi Yang Perlu Anda Ketahui

– Pada dasarnya, model komunikasi sudah dijelaskan sedikit pada artikel sebelumnya. Sebagai mana pendapat Denis MCQuail dan Seven Windahl bahwa model komunikasi ada lima yakni: model dasar, model imbas personal, penyebaran dan dampak komunikasi massa terhadap individu, model imbas komunikasi massa, model khalayak dan model komunikasi perihal sistem, baik itu produksi, seleksi, dan alir media massa.

Namun demikian, dalam artikel kali ini irman fsp juga mengutarakan model model komunikasi yang akan kami uraikan dibawah ini. Dalam modul komunikasi politik jurusan Ilmu Komunikasi Fisip, Unsyiah.

 sudah dijelaskan sedikit pada artikel sebelumnya 9 Model Model Komunikasi Yang Perlu Anda Ketahui
Model Sirkuler Osgood dan Schramm

1. Model Komunikasi Intrapribadi Barnlund
Model ini pertama kali dikemukakan oleh Dean C. Barnlund. Ia yaitu spesialis komunikasi yang berasal dari Amerika Serikat. Komunikasi intrapribadi merupakan proses pengolahan dan penyusunan warta melalui sistem syaraf yang ada didalam otak kita, yang disebabkan oleh stimulus yang ditangkap oleh panca indera. Proses berfikir merupakan potongan dari proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu.

Model tersebut menjelaskan bahwa sikap non lisan individu bervalensi positif, netral atau negatif, dipengaruhi oleh arahan isyarat pribadi dan publik. Sebagai pola banyak orang yang tertarik dengan pesan simbolik yang dikomunikasikan oleh goyang Ratu Ngebor Inul Daratista. Demikian pula halnya ekspresi wajah patung Gajah Mada, atau kecepatan volume bicara Bung Karno yang bisa menggetarkan dada publik.

2. Model Komunikasi Antarpribadi Barnlund
Model ini juga dikemukakan oleh Dean C. Barnlund, intinya merupakan kelanjutan dari komunikasi intrapribadi. Unsur unsur embel-embel di dalam proses komunikasi antarpribadi yaitu pesan dan arahan sikap verbal. Dengan demikian pola dan bentuk komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih sangat dipengaruhi oleh hasil komunikasi intrapribadi masing masing orang.

Menurut Barnlund, komunikasi antarpribadi diartikan sebagai pertemuan antara dua, tiga, atau mungkin empat orang, yang terjadi sangat impulsif dan tidak berstruktur. Komunikasi antarpribadi juga mempunyai ciri ciri yakni sebagai berikut:
  1. Bersifat spontan
  2. Tidak berstruktur
  3. Terjadi secara kebetulan
  4. Tidak mengejar tujuan yang direncanakan
  5. Identitas keanggotaannya tidak jelas
  6. Terjadi hanya sambil lalu


3. Model Stimulus Respons
Model stimulus - respon (S-R) merupakan model komunikasi yang paling fundamental dan sederhana. Model ini mengingatkan kita bahwa apa bila ada agresi maka akan timbul reaksi. Apabila seorang gadis berjalan lenggak lenggok kolam peragawati dan banyak laki-laki memolotokkan mata padanya hingga tak berkedip, itu merupakan pola Stimulus Respons (S-R). Proses ini merupakan bentuk pertukaran warta yang sanggup mengakibatkan imbas untuk mengubah tindakan komunikasi.

4. Model Matematika Shannon dan Weaver
Model matematika ini sangat kuat terhadap model model dan teori komunikasi berikutnya. Model Shannon dan Weaver mengasumsikan bahwa sumber warta menghasilkan pesan untuk dikomuniksikan. Pemancar mengubah pwsan menjadi signal yang sesuai dengan jalan masuk yang digunakan. Saluran yaitu medium yang dipakai untuk mengirim signal dari pemancar ke penerima.

Shannon dan Weaver juga memperkenalkan konsep mengenai redudancy dan entropy. Redudancy yaitu pengulangan kata yang sanggup mengakibatkan rendahnya entropy. Shannon dan Weaver juga menekankan bahwa setiap warta yang disajikan merupakan proses komunikasi. Informasi yang disampaikan mempunyai tujuan untuk menambahkan pengetahuan, mengubah sikap, dan sikap individu serta khalayak.

5. Model Komunikasi Lasswell
Model komunikasi lasswell merupakan ungkapan lisan berikut ini:
Who
Says What
In Which Channel
To Whom
With What Effect?

Unsur sumber (Who) mengundang pertanyaan mengenai pengendalian pesan. Unsur pesan (Says What) merupakan materi untuk analisis isi. Saluran komunikasi (In which channel) menarik untuk mengkaji mengenai analisis media. Unsur akseptor (To whom) banyak dipakai untuk studi analisis khalayak. Unsur imbas (With what effect) bekerjasama erat dengan kajian mengenai imbas pesan pada khalayak.

Oleh lantaran itulah model lasswell ini banyak diterapkan dalam komunikasi massa. Kritik yang muncul terhadap model lasswell ini yaitu terlalu menekankan pada imbas khalayak, yang terkadang mengabaikan faktor umpan balik (feed back). Umpan balik dari khalayak sangat penting bagi komunikator untuk mengetahui apakah pesan memperoleh balasan positif, netral atau negatif.

6. Model Sirkuler Osgood dan Schramm.
Model ini menggambarkan suatu proses yang dinamis. Pesan ditransmisikan melalui proses encoding dan decoding. Hubungan antara encoding dengan decoding layaknya sumber (encoder) akseptor (decoder) yang saling mensugesti satu sama lain. namun pada tahap berikutnya akseptor (encoder) dan sumber (decoder), Intepreter berfungsi ganda sebagai pengirim dan akseptor pesan. Patut dicatat bahwa model ini menempatkan sumber dan akseptor mempunyai kedudukan yang sederajat.


7. Model Melvin DeFleur.
Model ini merupakan proses komunikasi massa yang dikembangkan dari proses komunikasi antarpribadi. Model ini juga sanggup dikatakan ekspansi dari model Shannon dan Weaver dengan memasukkan unsur unsur piranti media massa dan piranti umpan balik. Sumber dan pemancar merupakan dua fungsi berbeda yang dilakukan oleh individu. Individu menentukan simbol simbol untuk menyatakan makna denotatif dan konotatif. Hal ini disampaikan secara lisan atau ditulis dalam simbol simbol tertentu, sehingga merubah menjadi kejadian yang sanggup kita baca, dengar, atau lihat, serta sanggup dipersepsikan sebagai stimulus oleh khalayak.

8. Model John W. Rilley dan Mathildha W. Rilley.
Proses komunikasi ini memakai pendekatan sosiologi untuk mengkaji sikap komunikasi antar manusia. Secara sosiologis, akseptor pesan yang disampaikan oleh sumber/ komunikator tidak secara pribadi akan ditanggapi. Tetapi akan mengendalikan agresi dan reaksi terhadap pesan yang diterima. Faktor faktor yang mempengaruh terhadap diri akseptor yaitu kelompok primer menyerupai keluarga inti, atau kelompok rujukan, yang dalam struktur sosial lebih besar.

9. Model Maletzke.
Menurut model ini, khalayak di dalam melaksanakan pencarian informasi, disebabkan oleh kebutuhan rasa ingin tahu, dan gaya intuisi seseorang. Keterpaan media massa sanggup diukur melalui sumber sumber media massa yang digunakan, curahan waktu untuk penerimaan pesan media, dan pemakaian jenis pesan. Tipologi kebutuhan insan yang sanggup dipenuhi media massa yaitu kebutuhan hiburan, kekerabatan personal, identitas pribadi, dan pengumpulan informasi.

Menurut pandangan Maletzke, khalayak tidak dipengaruhi oleh media massa dalam keadaan kosong. Pesan media merupakan potongan dari kehidupan sehari hari khalayak. Pesan itu disaring menurut keyakinan, sikap, nilai nilai dan lingkungan sosialnya

Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "9 Model Model Komunikasi Yang Perlu Anda Ketahui"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close