Komunikasi Dan Budaya Nonverbal

Komunikasi dan Budaya Non lisan | Rosenblatt menyatakan bahwa budaya mengajarkan kita tindakan non lisan apa yang ditunjukkan, arti dari tindakan tersebut dan latar belakang kontekstual dari tindakan tersebut. Sehingga sanggup dikatakan bahwa komunikasi non lisan memainkan peranan penting dalam interaksi komunikasi antara orang-orang dari budaya yang berbeda.

Dengan memahami perbedaan budaya dalam sikap non verbal, kita tidak hanya akan sanggup memahami beberapa pesan yang dihasilkan selama interaksi, namun kita juga akan sanggup mengumpulkan petunjuk mengenai tindakan dan nilai yang mendasarinya.

Rosenblatt menyatakan bahwa budaya mengajarkan kita tindakan non lisan apa yang ditunjukk Komunikasi dan Budaya Nonverbal

Klasifikasi Komunikasi Non verbal
Pesan yang dihasilkan oleh setiap kategori tidak bangkit sendiri, namun hadir bersamaan dengan pesan dari kategori yang lain yakni menyerupai pesan verbal, konteks, dan insan sebagai peserta pesan. Banyak pembagian terstruktur mengenai membagi pesan non lisan ke dalam dua kategori komprehensif ialah yang dihasilkan oleh badan (penampilan, gerakan, ekspresi wajah, kontak mata, sentuhan, dan parabahasa) dan hal-hal menyerupai ruang lingkup (tempat, waktu dan sikap diam).

Berikut klarifikasi pembagian terstruktur mengenai komunikasi nonverbal yakni, di bawah ini:
Perilaku Tubuh.
Komunikasi non lisan yang dihasilkan oleh imbas badan ini antara lain mencakup:
  1. Pengaruh penampilan yakni kekuatan komunikasi untuk mendekatkan atau menjauhkan orang lain berasal dari bagaimana kita berpenampilan juga dari bahasa yang kita pergunakan.
  2. Menilai keindahan artinya apa yang dianggap indah pada suatu budaya belum tentu bagi budaya lainnya.
  3. Pesan dari warna kulit yang bisa dijadikan penanda ras.
  4. Pesan dari pakaian, selain sebagai pelindung pakaian juga bentuk komunikasi. Pakaian sanggup dipakai untuk menampilkan status ekonomi, pendidikan, status sosial, standar moral, dll.
  5. Gerakan badan (kinesik) ialah bagaimana insan berdiri, duduk dan berjalan mempunyai pesan non lisan yang besar lengan berkuasa atau juga dengan menyilangkan jari, mengacungkan jempol ke atas atau ke bawah, menciptakan bundar dengan tangan, menunjuk seeorang dll sanggup memperlihatkan arti tertentu sesuai konteksnya.
  6. Postur, postur sama pentingnya dengan wajah dalam menyatakan emosi menyerupai rasa takut. Di Jepang bungkukan yang sangat dalam membuktikan rasa hormat.


Ekspresi wajah.
Bayipun sebelum mengenal kata-kata pada usia 6 bulan sudah bisa membedakan ekspresi dengan melihat perubahan wajah orang tuanya.

Kontak mata dan tatapan.
Mata sangat penting dalam komunikasi. Bahkan jikalau di Amerika Serikat kurangnya kontak mata antara pasien dan penyedia jasa kesehatan akanmenimpulkan protes atau komplain. Budaya yang memakai kontak mata eksklusif antara lain seperti:Negara-negara Timur Tengah, Perancis, Jerman, dll. Sedangkan budaya yang memakai kontak mata sedikit antara lain menyerupai Korea, Jepang, Afrika, Pribumi Amerika, India Timur, dll.

Sentuhan.
Sentuhan pun merupakan sarana komunikasi baik disentuh maupun menyentuh suatu objek tertentu.

Parabahasa.
Nada bunyi insan lebih dahsyat dari dawai atau seruling untuk menggerakkan jiwa terutama dalam 3 kategori berikut: (1). Kualitas vocal, (2). Karakteristik vocal dan (3). Pembeda vokal

Ruang dan Jarak.
Budaya mempunyai pandangan dan penggunaan yang berbeda terhadap ruang gerak pribadi, daerah duduk dan pengaturan perabotan (mebel).

Waktu.
Kita sanggup memahami nilai budaya mengenai waktu dengan mempelajari bagaimana anggota suatu budaya memandang waktu menyerupai kecepatan dan ketepatannya terhadap waktu yang sangat jarang diajarkan secara eksplisit, melainkan berjalan di bawah alam sadar. Suatu konsepsi budaya mengenai waktu sanggup diuji dari 3 (tiga) perspektif berbeda: (1). waktu informal, (2). persepsi mengenai masa lalu, masa kini, dan masa depan, (3). Klasifikasi monocronic dan polychronic milik Hall.

Sikap diam.
Peribahasa Afrika menyatakan “Dalam membisu kita sanggup berkata-kata” artinya sikap membisu sanggup mengirimkan petunjuk non lisan mengenai situasi komunikasi dimana anda berpartisipasi.Sikap membisu juga membantu menyediakan umpan balik, menginformasikan baik peserta maupun pengirim mengenai kejelasan wangsit atau pentingnya hal tersebut dalam interaksi interpersonal secara keseluruhan. Penggunaan keheningan ini juga bervariasi dari satu budaya dengan budaya lainnya. Misalnya di Inggris, sikap membisu akan diartikan sebagai ketidakyakinan, sedangkan di Igbo dianggap sebagai suatu penolakan.

Demikian isu terkait dengan komunikasi dan budaya non verbal persembahan pada materi kampus hari ini. Semoga menjadi isu yang diminati serta menjadi acuan untuk pengunjung nusantara.

Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "Komunikasi Dan Budaya Nonverbal"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close