Unsur-Unsur Komunikasi Massa

| Liliweri beropini yang bahwa, komunikasi massa itu mempunyai unsur-unsur seperti: sumber, bidang pengalaman, pesan, saluran, gangguan, hambatan, efek, konteks maupun umpan balik. Jadi, teknologi pembagi atau media dengan massa yang disebut dengan susukan itu dipergunakan untuk mengirimkan pesan yang melintasi jarak jauh, contohnya buku, pamflet, majalah, surat kabar, warkat pos, rekaman-rekaman, televisi, gambar-gambar poster, dan bahkan ketika ini ditambah lagi dengan komputer serta aplikasinya.

 teknologi pembagi atau media dengan massa yang disebut dengan susukan itu dipergunakan un Unsur-Unsur Komunikasi Massa

Sedangkan Harold D. Lasswell (dalam Wiryanto, 2005) memformulasikan unsur-unsur komunikasi massa dalam bentuk pertanyaan yakni sebagai berikut:
  1. Who
  2. Says What
  3. In Which Channel
  4. To Whom
  5. With What Effect?”

Unsur who (sumber atau komunikator).
Sumber utama dalam komunikasi massa ialah forum atau organisasi atau orang yang bekerja dengan akomodasi forum atau organisasi (institutionalized person). Yang dimaksud dimaksud dengan forum dalam hal ini ialah perusahaan surat kabar, stasiun radio, televisi, majalah, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud institutionalized person ialah redaktur surat kabar (sebagai contoh). Melalui tajuk rencana menyatakan pendapatnya dengan akomodasi lembaga. Oleh alasannya ialah itu, ia mempunyai kelebihan dalam bunyi atau wibawa dibandingkan berbicara tanpa akomodasi lembaga.

Pers atau media massa sering disebut forum sosial. Dalam UU RI no 40 tahun 1999 wacana pers, pasal 1 ayat (1) menyatakan: “Pers ialah forum sosial dan wahana komunikasi massa yang melakukan acara jurnalistik mencakup mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, megolah, dan memberikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, bunyi dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan memakai media cetak, media elektronik, dan segala jenis susukan yang tersedia.” 

Bentuk institusi media massa dipertegas lagi pada pasal 1 ayat (2) yang menyatakan: “Perusahaan pers ialah tubuh aturan Indonesia yang menyelenggarakan perjuangan pers mencakup perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan atau menyalurkan informasi.”


Unsur says what (pesan).
Pesan-pesan komunikasi massa sanggup diproduksi dalam jumlah yang sangat besar dan sanggup menjangkau audience yang sangat banyak. Pesan-pesan itu berupa berita, pendapat, lagu, iklan, dan sebagainya. Charles Wright (1977) menunjukkan karakteristik pesan-pesan komunikasi massa sebagai berikut:
  1. Publicly.
    Pesan-pesan komunikasi massa pada umumnya tidak ditujukan kepada orang perorang secara eksklusif, melainkan bersifat terbuka, untuk umum atau publik.
  2. Rapid.
    Pesan-pesan komunikasi massa dirancang untuk mencapai audience yang luas dalam waktu yang singkat serta simultan.
  3. Transient.
    Pesan-pesan komunikasi massa untuk memenuhi kebutuhan segera, dikonsumsi sekali pakai dan bukan untuk tujuan yang bersifat permanen. Pada umumnya, pesan-pesan komunikasi massa cenderung dirancang secara timely, supervisial, dan adakala bersifat sensasional.

Unsur in which channel (saluran atau media).
Unsur ini menyangkut semua peralatan yang dipakai untuk menyebarluaskan pesan-pesan komunikasi massa. Media yang mempunyai kemampuan tersebut ialah surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, dan sebagainya.

Unsur to whom (penerima atau mass audience).
Penerima pesan-pesan komunikasi massa biasa disebut audience atau khalayak. Orang yang membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, browsing internet merupakan beberapa tumpuan dari audience.

Menurut Charles Wright (dalam Wiryanto, 2005), mass audience mempunyai karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
  1. Large yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa berjumlah banyak, merupakan individu-individu yang tersebar dalam banyak sekali lokasi;
  2. Heterogen yaitu penerima-penerima pesan komunikasi massa terdiri dari banyak sekali lapisan masyarakat, bermacam-macam dalam hal pekerjaan, umur, jenis kelamin, agama, etnis, dan sebagainya;
  3. Anonim yaitu anggota-anggota dari mass audience umumnya tidak saling mengenal secara pribadi dengan komunikatornya.

Unsur with what effect (dampak).
Dampak dalam hal ini ialah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri audience sebagai akhir dari keterpaan pesan-pesan media. David Berlo (dalam Wiryanto, 2005) mengklasifikasikan dampak atau perubahan ini ke dalam tiga kategori, yaitu: perubahan dalam ranah pengetahuan; sikap; dan sikap nyata. Perubahan ini biasanya berlangsung secara berurutan.


Ciri-ciri komunikasi massa
Sedangkan ciri-ciri komunikasi massa, berdasarkan Elizabeth Noelle Neumann (Jalaluddin Rakhmat, 1994) ialah sebagai berikut:
  1. Bersifat tidak langsung, artinya harus melalui media teknis;
  2. Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi;
  3. Bersifat terbuka, artinya ditujukan pada publik yang tidak terbatas dan anonim;
  4. Mempunyai publik yang secara tersebar.

Pesan-pesan media tidak sanggup dilakukan secara langsung artinya bila kita berkomunikasi melalui surat kabar, maka komunikasi kita tadi harus diformat sebagai info atau artikel, kemudian dicetak, didistribusikan, gres kemudian hingga ke audience. Antara kita dan audience tidak bisa berkomunikasi secara langsung, sebagaimana dalam komunikasi tatap muka.

Istilah yang sering dipakai ialah interposed. Konsekuensinya adalah, karakteristik yang kedua, tidak terjadi interaksi antara komunikator dengan audience. Komunikasi berlangsung satu arah, dari komunikator ke audience, dan korelasi antara keduanya impersonal.

Karakteristik pokok ketiga ialah pesan-pesan komunikasi massa bersifat terbuka, artinya pesan-pesan dalam komunikasi massa bisa dan boleh dibaca, didengar, dan ditonton oleh semua orang. Karakteristik keempat ialah adanya intervensi pengaturan secara institusional antara si pengirim dengan si penerima.

Dalam berkomunikasi melalui media massa, ada aturan, norma, dan nilai-nilai yang harus dipatuhi. Beberapa aturan sikap normatif ada dalam arahan etik, yang dibentuk oleh organisasi-organisasi jurnalis atau media.

Demikian unsur unsur komunikasi massa yang sanggup Anda ketahui, dan baca juga unsur unsur komunikasi lainnya serta unsur unsur komunikasi politik yang sudah kami sajikan pada blog irman fsp ini. Semoga bermanfaat dan mempunyai kegunaan bagi kita semua.

Daftar Pustaka:
McQuail, 1987, Teori Komunikasi Massa ed. 2, Jakarta: Erlangga
Nurudin, 2003, Komunikasi Massa, Malang: CESPUR.
Warsito, 2005, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Jalaluddin Rakhmat, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya
https://sakram.site/search?q=komunikasi-dalam-media-massa

Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "Unsur-Unsur Komunikasi Massa"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close