2 Faktor Yang Mensugesti Keefektifan Kelompok

| Kelompok merupakan sekumpulan orang yang memiliki tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai pecahan dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok ini contohnya keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk-mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok. Keefektifan kelompok tentu memerlukan komunikasi yang efektif.

 Kelompok merupakan sekumpulan orang yang memiliki tujuan bersama yang berinteraksi satu  2 Faktor Yang Mempengaruhi Keefektifan Kelompok

Anggota-anggota kelompok bekerja sama untuk mencapai dua tujuan: a. melaksanakan kiprah kelompok, dan b. memelihara budpekerti anggota-anggotanya. Tujuan pertama diukur dari hasil kerja kelompok-disebut prestasi (performance) tujuan kedua diketahui dari tingkat kepuasan (satisfacation). Jadi, kalau kelompok dimaksudkan untuk saling menyebarkan isu (misalnya kelompok belajar), maka keefektifannya sanggup dilihat dari beberapa banyak isu yang diperoleh anggota kelompok dan sejauh mana anggota sanggup memuaskan kebutuhannya dalam acara kelompok.

Jalaluddin Rakhmat (2004) meyakini bahwa faktor-faktor keefektifan kelompok sanggup dilacak pada karakteristik kelompok antara lain di bawah ini:

1. Faktor Situasional Karakteristik Kelompok:
a. Ukuran kelompok.
Hubungan antara ukuran kelompok dengan prestasi kerja kelompok bergantung pada jenis kiprah yang harus diselesaikan oleh kelompok. Tugas kelompok sanggup dibedakan dua macam, yaitu kiprah koaktif dan interaktif. Pada kiprah koaktif, masing-masing anggota bekerja sejajar dengan yang lain, tetapi tidak berinteraksi. Pada kiprah interaktif, anggota-anggota kelompok berinteraksi secara teroganisasi untuk menghasilkan suatu produk, keputusan, atau evaluasi tunggal.

Pada kelompok kiprah koatif, jumlah anggota berkorelasi faktual dengan pelaksanaan tugas. Yakni, makin banyak anggota makin besar jumlah pekerjaan yang diselesaikan. Misal satu orang sanggup memindahkan tong minyak ke satu kolam truk dalam 10 jam, maka sepuluh orang sanggup memindahkan pekerjaan tersebut dalam satu jam. Tetapi, kalau mereka sudah mulai berinteraksi, keluaran secara keseluruhan akan berkurang.

Faktor lain yang menghipnotis hubungan antara prestasi dan ukuran kelompok ialah tujuan kelompok. Bila tujuan kelompok memerlukan acara konvergen (mencapai suatu pemecahan yang benar), hanya diharapkan kelompok kecil biar produktif, terutama kalau kiprah yang dilakukan hanya membutuhkan sumber, keterampilan, dan kemampuan yang terbatas. Bila kiprah memerlukan acara yang divergen (seperti menghasilkan gagasan aneka macam gagasan kreatif), diharapkan jumlah anggota kelompok yang lebih besar.

Dalam hubungan dengan kepuasan, Hare dan Slater (dalam Rakmat, 2004) memperlihatkan bahwa makin besar ukuran kelompok makin berkurang kepuasan anggota-anggotanya. Slater menyarankan lima orang sebagai batas optimal untuk mengatasi problem hubungan manusia. Kelompok yang lebih dari lima orang cenderung dianggap kacau, dan kegiatannya dianggap menghambur-hamburkan waktu oleh anggota-anggota kelompok.

b. Jaringan komunikasi.
Terdapat beberapa tipe jaringan komunikasi, diantaranya ialah sebagai berikut: roda, rantai, Y, lingkaran, dan bintang. Dalam hubungan dengan prestasi kelompok, tipe roda menghasilkan produk kelompok tercepat dan terorganisir.

c. Kohesi kelompok.
Kohesi kelompok didefinisikan sebagai kekuatan yang mendorong anggota kelompok untuk tetap tinggal dalam kelompok, dan mencegahnya meninggalkan kelompok. McDavid dan Harari (dalam Jalaluddin Rakmat, 2004) menyarankam bahwa kohesi diukur dari beberapa faktor sebagai berikut: ketertarikan anggota secara interpersonal pada satu sama lain; ketertarikan anggota pada acara dan fungsi kelompok; sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat untuk memuaskan kebutuhan personal.

Kohesi kelompok erat hubungannya dengan kepuasan anggota kelompok, makin kohesif kelompok makin besar tingkat kepuasan anggota kelompok. Dalam kelompok yang kohesif, anggota merasa kondusif dan terlindungi, sehingga komunikasi menjadi bebas, lebih terbuka, dan lebih sering. Pada kelompok yang kohesifitasnya tinggi, para anggota terikat besar lengan berkuasa dengan kelompoknya, maka mereka makin gampang melaksanakan konformitas. Makin kohesif kelompok, makin gampang anggota-anggotanya tunduk pada norma kelompok, dan makin tidak toleran pada anggota yang devian.

d. Kepemimpinan
Kepemimpinan ialah komunikasi yang secara faktual menghipnotis kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok. Kepemimpinan ialah faktor yang paling memilih keefektifan komunikasi kelompok. Klasifikasi gaya kepemimpinan yang klasik dilakukan oleh White dan Lippit (1960).

Mereka mengklasifikasikan tiga gaya kepemimpinan: otoriter; demokratis; dan laissez faire.
  1. Kepemimpinan diktatorial ditandai dengan keputusan dan kebijakan yang seluruhnya ditentukan oleh pemimpin.
  2. Kepemimpinan demokratis menampilkan pemimpin yang mendorong dan membantu anggota kelompok untuk membicarakan dan memutuskan semua kebijakan.
  3. Kepemimpinan laissez faire memperlihatkan kebebasan penuh bagi kelompok untuk mengambil keputusan individual dengan partisipasi dengan partisipasi pemimpin yang minimal.


2. Faktor Personal Karakteristik Kelompok:
a. Kebutuhan interpersonal
William C. Schultz (1966) merumuskan Teori FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientatation), menurutnya orang menjadi anggota kelompok sebab didorong oleh tiga kebutuhan intepersonal sebagai berikut:
  1. Ingin masuk menjadi pecahan kelompok (inclusion).
  2. Ingin mengendalikan orang lain dalam tatanan hierakis (control).
  3. Ingin memperoleh keakraban emosional dari anggota kelompok yang lain.

b. Tindak komunikasi
Mana kala kelompok bertemu, terjadilah pertukaran informasi. Setiap anggota berusaha memberikan atau mendapatkan isu (secara lisan maupun non verbal). Robert Bales (1950) mengembangkan sistem kategori untuk menganalisis tindak komunikasi, yang kemudian dikenal sebagai Interaction Process Analysis (IPA).

c. Peranan
Seperti tindak komunikasi, peranan yang dimainkan oleh anggota kelompok sanggup membantu penyelesaian kiprah kelompok, memelihara suasana emosional yang lebih baik, atau hanya menampilkan kepentingan individu saja (yang tidak jarang menghambat kemajuan kelompok).

Beal, Bohlen, dan audabaugh (dalam Rakhmat, 2004: 171) meyakini peranan-peranan anggota-anggota kelompok terkategorikan sebagai berikut:
  1. Peranan Tugas Kelompok. Tugas kelompok ialah memecahkan problem atau melahirkan gagasan-gagasan baru. Peranan kiprah berafiliasi dengan upaya memudahkan dan mengkoordinasi acara yang menunjang tercapainya tujuan kelompok.
  2. Peranan Pemiliharaan Kelompok. Pemeliharaan kelompok berkenaan dengan usaha-usaha untuk memelihara emosional anggota-anggota kelompok.
  3. Peranan individual, berkenaan dengan perjuangan anggota kelompok untuk memuaskan kebutuhan individual yang tidak relevan dengan kiprah kelompok

Referensi:
Arifin, Anwar, 1984, Strategi Komunikasi: Suatu Pengantar Ringkas, Bandung: Armico.
Curtis, Dan B., Floyd, James J., Winsor, Jerry L., 2005, Komunikasi Bisnis dan Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mulyana, Deddy, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rakhmat, Jalaluddin, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "2 Faktor Yang Mensugesti Keefektifan Kelompok"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close