Peran Pendampin Pkh Di Setiap Wilayah Kerja

Pendamping PKH merupakan tenaga kerja yang dikontrak oleh kementerian sosial RI untuk mendampingi serta bertugas menyelenggarakan kegiatan keluarga impian (PKH). Dalam kegiatan PKH yang menawarkan sumbangan uang tunai bersyarat kepada keluarga peserta manfaat (KPM), pendamping PKH mempunyai tugas dan tanggung jawab pada kegiatan ini. Pendamping juga mempunyai peran penting dalam menjalankan kiprah masing masing hingga sanggup mencapai tujuan dari kegiatan tersebut. Sebagai pola pendamping perlu memfasilitasi, mendampingi, serta menawarkan sosialisasi terkait dengan kegiatan PKH.

 merupakan tenaga kerja yang dikontrak oleh kementerian sosial RI untuk mendampingi serta  Peran Pendampin PKH Di Setiap Wilayah Kerja

Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai kegiatan conditional cash transfers (CCT) atau kegiatan Bantuan Tunai Bersyarat. Persyaratan tersebut sanggup berupa kehadiran di kemudahan pendidikan (misalnya bagi anak usia sekolah), ataupun kehadiran di kemudahan kesehatan (misalnya bagi anak balita, atau bagi ibu hamil). Peran pendamping PKH disini, untuk menfasilitasi peserta PKH atau keluarga sangat miskin (RTSM) dengan tujuan memudahkan mereka.

Pendamping PKH menghabiskan sebagian besar waktunya dengan melaksanakan kegiatan di lapangan, yaitu mengadakan pertemuan dengan ketua kelompok, berkunjung dan berdiskusi dengan petugas pemberi pelayanan kesehatan, pendidikan, pemuka tempat maupun dengan peserta itu sendiri. Pendamping juga bisa ditemui di UPPKH Kabupaten/Kota, sebab paling tidak sebulan sekali untuk memberikan pembaharuan dan perkembangan yang terjadi di tingkat kecamatan.

Lokasi kantor pendamping sendiri terletak di UPPKH Kecamatan yang berada di kantor camat, atau di kantor yang bersahabat dengan PT POS daniatau kantor kecamatan di wilayah yang mempunyai peserta PKH. Di sini pendamping melaksanakan aneka macam kiprah utama lainnya, seperti: menciptakan laporan, memperbaharui dan menyimpan formulir serta kegiatan rutin manajemen lainnya.

Secara kelembagaan, Pendamping melaporkan seluruh kegiatan dan permasalahannya ke UPPKH Kabupaten/Kota. Pendamping mempunyai kiprah yang sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Tugas dan Tanggung Jawab Pendamping PKH
Berikut ini kami sampaikan beberapa kiprah serta kiprah pendamping PKH di setiap wilayah kerja masing masing yakni, di bawah ini:

1. Tugas Persiapan Program
  • Tugas persiapan kegiatan mencakup pekerjaan yang harus dilakukan Pendamping untuk mempersiapkan pelaksanaan program. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum pembayaran pertama diberikan kepada peserta manfaat
  • Menyelenggarakan pertemuan awal dengan seluruh peserta PKH.
  • Menginformasikan (sosialisasi) kegiatan kepada RTSM peserta PKH dan mendukung sosialisasi kepada masyarakat umum.
  • Mengelompkan peserta kedalam kelompok yang teridiri atas 20-25 peserta PKH untuk mempermudahkan kiprah pendampingan.
  • Memfasilitasi pemilihan Ketua Kelompok ibu-ibu peserta PKH (selanjutnya disebut Ketua Kelompok saja).
  • Membantu peserta PKH dalam mengisi Formulir Klarifikasi data dan menandatangani surat persetujuan serta mengirim formulir terisi kepada UPPKH Kabupaten/Kota.
  • Mengkoordinasikan pelaksanaan kunjungan awal ke Puskesmas dan registrasi sekolah.

Baca Juga: Apa Itu PKH.

2. Tugas Rutin
  • Menerima pemutakhiran data peserta PKH dan mengirimkan formulir pemutakhiran data tersebut ke UPPKH Kabupaten.
  • Menerima pengaduan dari Ketua Kelompok dan/atau peserta PKH serta dibawah koordinasi UPPKH Kabupaten/Kota melaksanakan tindaklanjut atas pengaduan yang diterima (Lihat Pedoman Operasional Sistem Pengaduan Masyarakat).
  • Melakukan kunjungan insidentil khususnya kepada peserta PKH yang tidak memenuhi komitmen.
  • Melakukan pertemuan dengan semua peserta setiap enam bulan untuk re-sosialisasi (program dan kemajuan/perubahan dalam program).
  • Melakukan koordinasi dengan abdnegara setempat dan pemberi pelayanan pendidikan dan kesehatan.
  • Melakukan pertemuan bulanan dengan Ketua Kelompok.
  • Melakukan pertemuan bulanan dengan Pelayan Kesehatan dan Pendidikan di lokasi pelayanan terkait.
  • Melakukan pertemuan triwulan dan tiap semester dengan seluruh pelaksana kegiatan: UPPKH Daerah, Pendamping, Pelayan Kesehatan dan Pendidikan.

Kegiatan Pokok Pendamping PKH
Adapun 9 kegiatan pokok yang harus dilakukan oleh pendamping PKH, yakni sebagai berikut:

1. Pertemuan Awal
  • Tahap pertama yang dilakukan oleh pendamping ialah melaksanakan pertemuan terbuka dengan calon peserta PKH. Dalam pertemuan itu dilakukan kegiatan sosialisasi kegiatan mengenai manfaat kegiatan dan bagaimana berpartisipasi dalam program.
  • Keluarga yang dipilih mengikuti kegiatan dikumpulkan dan diberi instruksi untuk membentuk kelompok-kelompok ibu yang terdiri dari lebih kurang 25 orang dalam satu kelompok. Kelompok ini lalu menentukan ketua kelompok ibu peserta sebagai koordinator kelompok dan memutuskan jadwal pertemuan rutin kelompok untuk berdiskusi bersama dalam menjalankan program.
  • Pada pertemuan ini juga dilakukan investigasi formulir yang dipakai sebagai alat verifikasi keikutsertaan, antara lain investigasi sertifikat lahir anak (dan membantu pengadaannya jikalau belum tersedia), penyusunan jadwal kunjungan, dan sebagainya.

2. Mendampingi Proses Pembayaran
Pada dasarnya pendamping tidak melaksanakan kegiatan apapun kecuali pengamatan dan pengawasan selama proses pembayaran beriangsung. Namun begitu, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan oleh pendamping sebelum kegiatan berjalan supaya proses berlangsung kondusif dan terkendali, yaitu:
  1. Pergi ke Kantor Pos untuk meminta jadwal pembayaran dan mendata peserta manfaat yang merupakan kelompok binaannya.
  2. Menginformasikan Ketua Kelompok mengenai jadwal dan memastikan bahwa pembayaran diterima oleh orang yang sempurna pada waktu yang telah ditentukan.

3. Berdiskusi Dalam Kelompok
Kegiatan yang tak kalah penting ialah menyusun kegiatan dan mengadakan pertemuan dengan ketua kelompok ibu peserta untuk berdiskusi dan menampung pengaduan, keluhan, perubahan status maupun menjawab pertanyaan seputar program.

Pada pertemuan ini juga dilakukan sosialisasi isu mengenai pentingnya pendidikan dan kesehatan ibu dan anak, tips mudah dan murah bagi kesehatan keluarga serta pentingnya sanitasi dan nutrisi untuk meningkatkan mutu keluarga.

4. Pendampingan Rutin
Selanjutnya, jadwal pendampingan dilakukan rutin dan ditetapkan selama 4 hari kerja (Senin-Kamis). Kegiatan yang dilakukan selama itu antara lain melaksanakan kunjungan ke unit pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengunjungi keluarga untuk membantu mereka dalam proses mendaftarkan bawah umur ke sekolah, mengurus sertifikat lahir maupun mengusut rutin ke puskesmas.

5. Berkunjung Ke Rumah Penerima Bantuan
Jika pada pertemuan ada peserta PKH yang tidak bisa tiba sebab alasan tertentu seperti: lokasi yang sangat jauh dari tempat pertemuan, sibuk mengurus anak, sakit, atau tidak bisa memenuhi janji dikarenakan alasan-alasan tertentu, maka perlu dilakukan kunjungan ke rumah peserta tersebut untuk memudahkan proses (lihat Buku Pedoman Pengaduan)

Baca Juga: Besaran Bantuan PKH

6. Memfasilitasi Proses Pengaduan
Pendamping menerima, menuntaskan maupun meneruskan pengaduan ke tingkat yang lebih tinggi sehingga sanggup dicapai solusi yang bisa meningkatkan mutu program.

7. Mengunjungi Penyedia Layanan
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan vital keberlangsungan maupun peningkatan mutu PKH. Pendamping memantau kelancaran dan kelayakan kegiatan pelayanan, mengantisipasi permasalahan yang ada dalam kegiatan sehingga bisa melaksanakan tindakan yang sifatnya mencegah kegagalan kelancaran kegiatan ketimbang memperbaikinya.

8. Melakukan Konsolidasi
Pada hari Jum'at, para pendamping melaksanakan koordinasi dengan sesama pendamping dan tim lain. Laporan dan tindak lanjut juga dianalisa dan ditindaklanjuti pada hari ini supaya terjadi peningkatan mutu program.

9. Meningkatkan Kapasitas Diri
Untuk meningkatkan mutu kegiatan dan mutu pendamping itu sendiri, juga diadakan diskusi dan pertemuan rutin (minimal sebulan sekali) baik itu antarkecamatan maupun didalam kecamatan sendiri sebagai upaya menampung pelajaran berarti (lesson learned & best practices) yang bisa dipakai oleh pendamping lain supaya mempermudah pekerjaan dan menghadapi kasus-kasus harian di lapangan.

Setiap individu yang melaksanakan perjuangan menuju perbaikan dan pengembangan memerlukan penghargaan untuk memperlihatkan bahwa upaya yang dilakukannya dihargai. Penghargaan ini diperlukan sanggup memicu kinerja yang lebih baik dan memotivasi lingkungannya menghasilkan produktivitas yang sekurang-kurangnya sama dengan yang telah diraihnya.

Sanksi ialah tindakan yang diberikan kepada seseorang sebagai akhir dari perbuatan sengaja melanggar koridor hukum dan ketentuan yang telah dibentuk dan disepakati dalam sebuah lembaga. Sanksi diberikan supaya yang bersangkutan maupun orang yang mengetahuinya tidak mengulangi perbuatan yang merugikan lembaga, lingkungannya maupun dirinya sendiri. lni juga merupakan alat pembelajaran bagi yang lain untuk tidak melaksanakan perbuatan yang sama.

Demikian tugas beserta kiprah pendamping kegiatan keluarga impian (PKH) yang sanggup kami tulis dalam artikel ini. Semoga bagi pengunjung setia blog irman fsp, sanggup membantu memperjelas dengan isu yang sudah kami paparkan di atas. Semoga bermanfaat dan juga mempunyai kegunaan bagi pengunjung setia kami.

Sumber:
Naskah sumber : Dwi Heru Sukoco
http://pkh.kemsos.go.id

Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "Peran Pendampin Pkh Di Setiap Wilayah Kerja"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close