Bahagiaku Nirwana Mereka Dan Deritaku Pilu Mereka

| Pada kesempatan ini saya sebagai admin blog sengaja membagikan sepucuk puisi untuk anda sebagai calon SARJANA. Puisi ini merupakan sebagai pesan yang mengharukan untuk anda yang sedang menggunakan baju toga dan akan di sumpahkan selama menyandang gelar sarjana nantinya. Apa yang ada di pikiran anda semasa menjadi mahasiswa? Ini akan berakhir sehabis mendengar sumpah dan anda pun menjadi sarjana yang akan berbakti dan membawa nama baik universitas dimana anda mengabdi.


Berikut ini sepucuk puisi untuk anda persembahan "Bahagiaku Surga Mereka dan Deritaku Pilu Mereka" yakni di bawah ini:

Aku bangkit mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yang gelap.
Pandanganku tertuju pada dua orang di kejauhan sana,
dengan senyuman yang tak absurd di mataku.

Dua orang yang sangat saya hargai,
dua orang yang sangat saya hormati, saya cintai, dan saya sayangi.
Iya.... Mereka papa dan mama ku

Dengan disertai senyuman saya berjalan menghampiri mereka
seiring dengan langkah, terlintas di benakku, 
atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini.

Mama, yang telah mengandungku selama sembilan bulan.
Mama yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga saya sanggup hadir di dunia ini.
Mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Papa yang telah mendidikku.
Papa yang rela bekerja banting tulang, 
tulus mengeluarkan keringatnya biar saya sanggup menikmati hidup,
detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun.

Apakah yang sanggup kulakukan untuk membalas mereka?
Sering saya tutup kuping ga mau dengerin nasihat mereka.
Sering banget saya bohong kepada mereka untuk kepuasanku.
Sering saya ngelawan jikalau mereka murka alasannya yaitu kenakalanku.
Sering juga saya banting pintu di hadapan mereka jikalau mereka tidak mengabulkan permintaanku, 
dan bahkan sering saya mengeluarkan kata kata kasar, 
yang ga pantas mereka dengar dari bibirku.
“dasar cerewet, kuno, kolot!”

Tapi, apakah mereka memendam perasaan dendam terhadapku?
TIDAK! TIDAK SAMA SEKALI!

Mereka sanggup tulus memaafkan kekhilafanku.
Mereka tetap menyanyangiku dalam setiap hembusan nafas mereka.
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa-doa mereka 
hingga saya menjadi menyerupai kini ini!

Ya Tuhan betapa durhakanya aku!
Tak sadarkah saya bahwa mereka orang yang sangat berarti dalam hidupku?

Langkah-langkah ku terhenti di hadapan mereka.
Dan kupandangi papa dan mamaku inci demi inci.

Badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk.
Rambut yang dulu hitam, kini mulai memutih.
Dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput

kutatap mata mereka yang berbinar binar dan mulai meneteskan air mata bahagia,
air mata haru, air mata besar hati melihat ku menggunakan toga ini.

Kucium tangan mereka, kupeluk mereka sambil berkata
“papa, mama, yang saya berikan hari ini tidak akan cukup membalas semua yang telah papa dan mama berikan selama ini kepadaku. terimakasih pa, terimakasi ma, saya sayang papa dan mama hingga selesai hayatku.”

Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "Bahagiaku Nirwana Mereka Dan Deritaku Pilu Mereka"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close