Komunikasi Yang Efektif Dalam Organisasi

- Komunikasi merupakan faktor utama untuk meningkatkan semangat kerja. Dengan semangat kerja yang tinggi pegawai akan sanggup bekerja dengan perasaaan bahagia dan bernafsu sehingga mereka sanggup berprestasi kerja dengan baik, sebaliknya apabila pihak pimpinan kurang memperhatikan bawahannya maka semangatnya akan turun alasannya ialah pegawai merasa kurang menerima perhatian dari pimpinan dan adanya rasa segan terhadap pimpinan.

Dengan demikian diharapkan hubungan timbal balik antara atasan dan bawahannya. Makara komunikasi sangat diharapkan dalam pelaksanaan pekerjaan dan pelatihan sikap pegawai sebagai motivasi untuk meningkatkan semangat kerja pegawai sebagai proses dalam suatu pekerjaan akan terasa lebih gampang dan tujuan organisasi akan sanggup tercapai.

 Komunikasi merupakan faktor utama untuk meningkatkan semangat kerja Komunikasi Yang Efektif Dalam Organisasi

Melalui komunikasi maka sanggup menawarkan keterangan wacana pekerjaan yang membuat pegawai sanggup bertindak dengan rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan pada waktu bersamaan sanggup mengembangkan semangat kerja organisasi (Wursanto 1992: 60). Adanya kerjasama yang serasi ini diharapkan sanggup meningkatkan semangat kerja para pegawai alasannya ialah komunikasi bekerjasama dengan keseluruhan proses pelatihan sikap insan dalam organisasi.

Semangat kerja dalam organisasi dapat mensugesti hasil kerja dan pencapaian tujuan komunikasi dan hubungan kerja yang terjadi dalam suatu instansi berkaitan dengan semangat melakukan pekerjaan. Komunikasi yang efektif dapat mencapai saling pengertian antara pegawai dan pimpinan sehingga terbentuk kondisi sosial yang sanggup memotivasi pegawai untuk meningkatkan produktivitas kerjanya.Semangat kerja disini ialah karyawan secara lebih ulet melakukan tugas-tugasnya, sehingga pekerjaan akan sanggup diselesaikan lebih cepat dan lebih baik (Nitisemito 1992: 24).

Pengertian Komunikasi
Menurut Wursanto (2003: 153) Istilah komunikasi (bahasa inggris; communication) mempunyai banyak arti. Asal katanya (etimologi), istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communis, yang berarti sama (common). Dari kata communis berkembang menjadi kata kerja kommunicare, yang berarti berbagi atau memberitahukan. Makara berdasarkan asal katanya, komunikasi berarti berbagi atau memberitahukan informasi kepada pihak lain guna mendapatkan pengertian yang sama.

Menurut T. Hani Handoko (1995: 272). Komunikasi ialah “Proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan atau informasi dari seseorang ke-orang lain”. Dalam perpindahan pengertian tersebut tidak hanya sekedar kata-kata yang dipakai dalam sebuah percakapan, tetapi juga dibutuhkan mulut wajah, intonasi, titik putus vocal dan lain sebagainya.

Menurut Katz dan Kahn dalam Rakhmat (200:12). Komunikasi ialah “suatu proses tukar menukar informasi dan transmisi dari suatu arti, dan semuanya itu merupakan sesuatu yang sangat penting di dalam suatu organisasi”. Makara dari beberapa pendapat di atas sanggup disimpulkan bahwa komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari seseorang komunikator kepada komunikan atau pengirim pesan dari satu pihak kepada pihak lain untuk mendapatkan saling pengertian.


Organisasi oleh Katz dan Kahn dalam Muhammad (2000: 12) diartikan, Sebagai “Suatu sistem terbuka yang mendapatkan energi dari lingkungannya dan merubah energi ini menjadi produk atau servis dari sistem dan mengeluarkan produk atau sistem ini kepada lingkungannya. Maksudnya bahwa organisasi ialah sebuah proses dimana berkumpulnya satu atau lebih orang untuk mencapai sebuah tujuan yang ingin dicapai. Proses inilah yang menghasilkan keluaran, dan dari keluaran itu yang melakukan ialah insan yang mempunyai kualitas yang baik. 

Pengertian Komunikasi Organisasi
Redding dan Sanborn, (Ibid, 2000:66) beropini bahwa: Komunikasi organisasi ialah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang komplek. Arti komplek dalam hal ini ialah meliputi hubungan antara insan diantaranya hubungan atasan terhadap bawahan atau sebaliknya, penggunaan media dalam penyampaian pesan, keterampilan dalam berkomunikasi antar sesama seluruh lapisan organisasi.

Menurut Katz dan Kahn (Ibid, 2000:66). Komunikasi organisasi merupakan “Arus informasi, pertukaran informasi dan pemindahan .meaning. atau arti di dalam suatu organisasi”. Dengan kata lain komunikasi organisasi ialah proses membuat dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang salingtergantung satu sama lain secara timbal balik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Suranto Aw dalam, www.uny.ac.id, 9 Febuari 2007: Komunikasi dikatakan efektif apabila dalam suatu proses komunikasi itu, pesan yang disampaikan seorang komunikator sanggup diterima dan dimengerti oleh komu-nikan, persis menyerupai yang dikehen-daki oleh komunikator, dengan demikian, dalam ko-munikasi itu komunikator berhasil memberikan pesan yang dimak-sudkannya, sedang komunikan ber-hasil mendapatkan dan memahaminya.

Efektifnya sebuah komunikasi ialah bila pesan yang dikirim menawarkan imbas terhadap komunikan, artinya bahwa informasi yang disampaikan sanggup diterima dengan baik sehingga menimbulkan respon atau umpan balik dari penerimanya. Seperti contohnya; adanya tindakan, hubungan yang makin baik dan imbas pada sikap.


Menurut Suranto AW, ada beberapa indikator komunikasi efektif, diantaranya ialah:
  1. Pemahaman: Ialah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator. Tujuan dari komunikasi ialah terjadinya pengertian bersama, dan untuk hingga pada tujuan itu, maka seorang komunikator maupun komunikan harus sama-sama saling mengerti fungsinya masing-masing. Komunikator bisa memberikan pesan sedangkan komunikan bisa mendapatkan pesan yang disampaikan oleh komunikator.
  2. Kesenangan: apabila proses komunikasi itu selain berhasil memberikan informasi, juga sanggup berlangsung dalam suasana yang menyenangkan ke dua belah pihak..Suasana yang lebih rilex dan menyenangkan akan lebih yummy untuk berinteraksi bila dibandingkan dengan suasana yang tegang. Karena komunikasi bersifat fleksibel. Dengan adanya suasana semacam itu, maka akan timbul kesan yang menarik.
  3. Pengaruh pada sikap: Tujuan berkomunikasi ialah untuk mensugesti sikap. Jika dengan berkomunikasi dengan orang lain, kemudian terjadi perubahan pada perilakunya, maka komunikasi yang terjadi ialah efektif, dan bila tidak ada perubahan pada sikap seseorang, maka komunikasi tersebut tidaklah efektif.
  4. Hubungan yang makin baik: Bahwa dalam proses komunikasi yang efektif secara tidak sengaja meningkatkan kadar hubungan interpersonal. Seringkali bila orang telah mempunyai persepsi yang sama, kemiripan karakter, cocok, dengan sendirinya hubungan akan terjadi dengan baik.
  5. Tindakan: Komunikasi akan efektif bila kedua belah pihak sehabis berkomunikasi terdapat adanya sebuah tindakan.

Alexis Tan mengemukakan bahwa: Perlu ada daya tarik dengan similarity (kesamaan), familiarityn (keakraban) dan proximity (kesukaan). 13 Seseorang biasanya akan cenderung lebih tertarik dengan orang lain alasannya ialah mempunyai faktor kesamaan ( sama hobi, sama sifat), keakraban (keluarga, teman karib), dan kesukaan. Dengan kondisi menyerupai itu orang tidak merasa sungkan untuk berbicara, yakni menceritakan problem hidupnya secara jujur tanpa adanya kecanggungan berkomunikasi dintara kedunya.

Jika sudah demikian, maka antara satu dengan yang lainnya akan saling mensugesti dan dengan sendirinya komunikasi akan berlangsung secara efektif. Komunikasi efektif menuntut kepekaan seseorang dalam situasi dan kondisi yang ada, bahkan telah banyak kegagalan organisasi dikaitkan dengan komunikasi yang buruk. Masalah yang paling sulit dalam komunikasi ialah bagaimana cara mendapatkan perhatian dari para pendengar untuk memastikan bahwa mereka mendengarkan

Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "Komunikasi Yang Efektif Dalam Organisasi"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close