Teori Administrasi Klasik

| Perkembangan teori administrasi hingga pada dikala ini telah berkembang dengan pesat. Tapi hingga detik ini pula belum ada suatu teori yang bersifat umum ataupun berupa kumpulan-kumpulan aturan bagi administrasi yang sanggup diterapkan dalam banyak sekali situasi dan kondisi. Para administrasi banyak mengalami dan menjumpai pandangan-pandangan wacana manajemen, yang berbeda yaitu dalam penerapannya.

Secara umum, administrasi merupakan suatu proses yang menjalankan acara dari mulai dengan perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pengarahan, serta pengendalian yang dilakukan oleh pimpinan forum guna untuk memilih dan juga pencapaian suatu tujuan melalui sumber daya insan dan juga sumber daya lainnya yang ada.

 Perkembangan teori administrasi hingga pada dikala ini telah berkembang dengan pesat Teori Manajemen Klasik

Adapun tiga (3) aliran teori administrasi atau aliran pemikiran manajemen, yang sanggup Anda ketahui yaitu:
  1. Teori Organisasi Klasik
    Aliran ini dipelopori oleh Henri Fayol, yang mencoba untuk mengenali prinsip-prinsip dan ketrampilan yang mendasari administrasi yang efektif. Mempunyai persamaan dengan aliran sebelumnya, dalam hal penggunaan metode ilmiah. Berbeda dengan aliran sebelumnya, dalam hal sudut pandang terhadap suatu organisasi. Taylor melihatnya dari fungsi organisasi, sedangkan Fayol melihatnya secara keseluruhan dan memusatkan perhatiannya pada manajemen.
  2. Aliran Perilaku
    Aliran ini muncul lantaran dengan pendekatan klasik tidak sanggup dicapai efisiensi produksi dan keserasian kerja. Karena itu perlu dicari upaya mengatasi problem organisasi dengan melihat dari sisi contoh tingkah laris pekerja, terutama hubungan antar insan (human relations). Teori ini didukung oleh para mahir dalam bidang ilmu sosial dan psikologi.
  3. Aliran Ilmu Manajemen
    Aliran ini merupakan hasil pemikiran dari Tim Operational Research yang dibuat oleh kalangan militer Inggris dan Amerika pada Perang Dunia II. Tujuan dibentuknya tim tersebut yaitu untuk membantu mengelola operasi militer dengan sumber daya dan input yang terbatas. Tim tersebut terdiri dari mahir matematika, mahir statistik, mahir seni administrasi militer, mahir ekonomi, mahir administrasi dan ahli-ahli ilmu sosial lainnya.

Akan tetapi dalam  artikel ini kami hanya fokus pada teori administrasi klasik. Hal ini dikarenakan selain menjadi bahasan dalam diskusi kuliah terkait dengan materi teori komunikasi, juga menjadi materi goresan pena pada artikel irman fsp yang juga merupakan materi kampus ilmu komunikasi. Sesuai dengan judul yang kami angkat yaitu “teori administrasi klsik” dan pada sebelumnya juga sudah kami bagikan fungsi administrasi klasik.

Pengertian Manajemen
Istilah kata “manajemen” sering kali didengar dan disebut-sebut baik itu dalam organisasi, perusahaan maupun dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita membuka kamus bahasa inggris maka, kata “manajemen” yaitu (management) yang berarti mengelola atau mengatur. Secara etimoligis menegement sanggup diartikan yakni sebagai seni mengatur dan melaksanakan. Kata administrasi juga sering dipakai dalam sehari-hari kita dan sangat membantu dalam mengerjakan sesuatu.

Tentunya kiprah administrasi sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari yang diperuntukkan untuk mengatur segala pekerjaan. Manajemen ini juga berfungsi semoga segala pekerjaan sanggup terselesaikan dengan baik dan tersistematis. Hal inilah yang menciptakan para mahir memperlihatkan pendapat terkait dengan pengertian administrasi itu sendiri.

Berikut beberapa klarifikasi mengenai pengertian administrasi berdasarkan para mahir yakni di bawah ini:
  • Chuck Williams (2001): administrasi yaitu menuntaskan pekerjaan melalui orang lain. Kaprikornus seorang manejer bukanlah mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Dia bekerja melalui orang-orang yang mempunyai kemampuan-kemampuan teknis di lapangan, tanpa mengerjakan teknisnya (walaupun bukan bearti seorang manejer tidak mempunyai kemampuan teknis).
  • Murti Sumarni dan John Soeprihanto (1995): administrasi merupakan suatu proses yang terdiri atas kegiatan-kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengkoordinasian, dan pengendalian yang dilakukan untuk memilih serta mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya insan dan sumber daya yang lain. Pemanfaatan sumber daya lain dalam perusahaan mencakup sumber daya materi baku produksi, sumber keuangan, mesin-mesin, dan cara yang dipakai dalam pemanfaatan yang efisien dan efektif.

Teori Manajemen Klasik
Prinsip teori administrasi aliran klasik sebagaimana kami maksud di atas merupakan fokus pembahasan pada irman fsp. Pada awalnya, ilmu administrasi timbul disebabkan terjadinya revolusi industri di Negara Inggris pada masa 18. Para pemikir ini memperlihatkan perhatian terhadap masalah-masalah administrasi yang terjadi, baik itu di kalangan usahawan, industri maupun dalam masyarakat.

Para pemikir aliran atau teori administrasi klasik ini dikenal sebagai tokoh manajeman antara lain, Robert Owen, Henry Fayol, dan Frederick W. Taylor. Akan tetapi hanya dua tokoh yang mengawali munculnya teori administrasi klasisk, yakni di bawah ini:
  1. Robert Owen (1771-1858).
    Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Menejer Pabrik Pemintalan Kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memperlihatkan laba kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memperlihatkan laba kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.
  2. Henry Fayol (1841 -1925)
    Pada tahun 1916, dengan sebutan teori administrasi klasik yang sangat memperhatikan produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan administrasi bagi satu organisasi yang kompleks, sehingga dia menampilkan satu metode fatwa administrasi yang lebih utuh dalam bentuk cetak biru. Fayol berkeyakinan keberhasilan para manager tidak hanya ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi lantaran adanya penggunaan metode administrasi yang tepat. Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya wacana administrasi yang bukanlah semata kecerdasan pribadi, tetapi lebih merupakan satu keterampilan yang sanggup diajarkan dari dipahami prinsip-prinsip pokok dan teori umumnya yang telah dirumuskan.


Henry Fayol membagi acara dan operasi perusahaan ke dalam 5 macam acara yakni di bawah ini:
  1. Teknis (produksi) yaitu berusaha menghasilkan dan menciptakan barang-barang produksi.
  2. Dagang (Beli, Jual, Pertukaran) dengan tara mengadakan pembelian materi mentah dan menjual hasil produksi.
  3. Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha mendapat dan memakai modal.
  4. Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi pekerja dan barang-barang kekayaan perusahaan.
  5. Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang, laba dan neraca, serta banyak sekali data statistik.

Kelebihan Teori Manajemen Aliran Klasik
  1. Memberi format atau bentuk organisasi
  2. Memberi donasi wacana konsep organisasi yang berupa birokrasi yang berdasarkan hierarki. Dan hingga pada masa kini, hal tersebut juga masih dipergunakan secara luas di organisasi organisasi yang sudah modern.
  3. Memberi pondasi dasar pada organisasi, bentuknya berupa proses fungsional, pembagian kerja, struktural serta pengawasan
  4. Pembagian kiprah yang sudah terang berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh tiap tiap anggota, maka dari itu tidak dibutuhkan lagi waktu untuk memahami dan menguasai keterampilan baru
  5. Adanya spesialisasi kewenangan dan pekerjaan, maka acara kegiatan pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan

Kelemahan Teori Manajemen Aliran Klasik
  1. Teori Manajemen Aliran Klasik kurang maksimal untuk sanggup diterapkan pada kondisi yang kompleksitasnya sangat tinggi menyerupai final akhir ini
  2. Kurangnya aspek sosial terutama yang menyangkut kebutuhan kebutuhan terkait pekerja sebagai manusia. Teori ini tidak melihat adanya ketegangan ketegangan yang muncul akhir kebutuhan pekerja yang tidak bisa dipenuhi. Manajer hanya fokus untuk memperhatikan segi fisik dan materi.
  3. Motivasi hanya mengarah pada ekonomi semata, sering kali terjadi pemutusan tenaga kerja hanya untuk memperoleh tingkat produktifitas yang diinginkan
  4. Adanya keterbatasan dan sempitnya fokus terhadap efisiensi dari perspektif penting yang lain. Perspektif yang menganggap remeh kiprah serta individu individu yang ada dalam organisasi

Demikian isu terkait dengan teori administrasi klasik yang merupakan persembahan dari irman fsp. Memang jauh berbeda dengan administrasi yang diterapkan pada era modern sekaran. Akan tetapi, dengan adanya klarifikasi di atas menjadi rujukan untunk memudahkan pengunjung dalam hal mencari isu seputar materi kampus.

Sumber http://www.irmanfsp.com/
Show comments
Hide comments

0 Response to "Teori Administrasi Klasik"

Post a Comment

Blog ini merupakan Blog Dofollow, karena beberapa alasan tertentu, sobat bisa mencari backlink di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

NB: Jika ingin menuliskan kode pada komentar harap gunakan Tool untuk mengkonversi kode tersebut agar kode bisa muncul dan jelas atau gunakan tool dibawah "Konversi Kode di Sini!".

Klik subscribe by email agar Anda segera tahu balasan komentar Anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close